Serial Trilogi KEBANGKITAN JIHAD DI INDONESIA Bagian Ketiga : Strategi Perlawanan

MUQADDIMAH PENTING

Alhamdulillah, akhirnya bagian ketiga dari serial TRILOGI KEBANGKITAN JIHAD DI INDONESIA selesai juga kami kerjakan. Banyak hal yang menyebabkan sedikit
terlambatnya penyelesaian makalah ini berkaitan dengan kondisi kami di lapangan. Kami kira antum semua bisa memakluminya.

Beberapa pekan setelah bagian pertama dan kedua dipublish di forum-forum dan di beberapa blog, kami mulai mendapatkan tanggapan dan umpan balik dari ummat
yang membacanya. Ada banyak pertanyaan, ada kritik, ada saran, ada dukungan dan harapan, namun ada juga yang “protes”. Selain itu kami juga mendengar dan
menyaksikan adanya segelintir orang yang mensikapi isi dari makalah itu dengan ghuluw, yang mana kami tidak menginginkan hal yang seperti itu.

Kami mencatat dan akan menanggapi beberapa masukan yang kami anggap penting untuk diberi penjelasan. Dia antaranya yang paling penting adalah tentang adanya
pertanyaan dan komplain, mengapa kami sampai menyebut nama sebuah tandhim jihad di masa alau yang notabene mempunyai potensi terbesar sebagai pendukung
dan penopang jihad ? Menurut pihak yang komplain tsb, hal itu adalah justru kontra produktif terhadap semangat perlawanan yang akan kami sebarkan, karena
sangat jelas menohok eksistensi mereka.

Maka inilah penjelasan kami, semoga bisa diterima dan dipahami dengan baik sebagai pembelajaran bagi kita semua.

Kami krasa antum semua telah paham tentang nama tandhim jihad (di masa lalu) yang dimaksud akhuna di atas. Kami memang sempat menyebutnya dalam kisah infiltrasi
pada sebuah jamaah jihad, kebetulan kami sebut dengan terang-terangan yaitu “ Jamaah Islamiyah / JI “. kami menyebutkan kisah itu untuk melengkapi bukti
dan fakta bahwa telah terjadi penyusupan baik terang-terangan maupun tersembunyi bahkan sampai pada bidang pembinaan pun terasa maupun tidak terasa telah
tersusupi oleh agenda musuh. Kami sebut telah tersusupi agenda musuh karena fakta di lapangan mereka lebih banyak menyusahkan mujahidin daripada menolongnya,
apa pun itu alasan dan sebabnya. Dan ternyata bukan hanya kami yg merasakannya, masih banyak yang lainnya. Sebagai contoh ada artikel yang dipublish di
maktabah Jahizuna dengan judul “ Jamaah Pencela dan Penerapan Hukum atas Mereka” oleh al akh Fathuddin al Indonesiy, yang di dalamnya ternyata masih mengeluhkan
hal yang sama dengan yang telah kami alami. Itu artinya hal tsb masih terjadi hingga hari ini.

Kami tidak bermaksud untuk menjadikan mereka sebagai terdakwa ataupun pihak yang terusir dari bumi jihad nusantara. Tetapi untuk mengingatkan semua pihak
agar tidak masuk dalam perangkap dan menjadi salah satu perangkat thoghut dalam meminimalisir gerak mujahidin tanpa mereka sadari. Agar merka sadar dari
sikap mereka yang salah itu dan kembali menjadi pendukung jihad dan mujahidin sebagaimana tujuan awal jamaah atau tandhim tsb didirikan. Dan juga agar
para ikhwan mujahidin paham bahwa jika suatu tandhim sirri sudah terbongkar jaringannya, tokoh-tokohnya ditangkapi dan dipenjara, itu artinya bernaung
di bawah tandhim itu jelas tidak baik bagi masa depan amaliyahnya. Karena informasi tentang struktur jaringan lengkap dengan peta kekuatan yang teridentifikasi
sebagai bagian dari tandhim tsb pasti sudah di tangan musuh. Kasus i’dad Aceh adalah contoh bagaimana akhirnya tandhim JAT jadi bulan-bulanan.

Termasuk juga pesan yg ingin kami sampaikan adalah agar jika seseorang ingin melakukan amaliyah maka dia harus menghilang dari aktivitas ke-tandhim-an minimal
setahun. Ingat kasus bom mapolres Cirebon ? Karena pernah terekam kamera intel dia sering mengikuti kegiatan JAT maka kembali JAT menjadi bulan-bulanan
(selain bukti ikut kegiatan tim HISBAH Solo yg juga menjadi sorotan karena kasus yg sama).

Dalam kaitan tersebutnya salah satu nama pemimpin tandhim tsb yang terbukti dekat dengan aparat antho, ada segelintir orang yang kemudian sampai menkafirkan
tokoh tsb karena kedekatannya dengan antho. Memang banyak kisah (bukan bukti-bukti yg diperkuat saksi) yg mendukung. Namun kami menganggap pernyataan pengkafiran
itu tidak perlu terjadi, karena menurut kami hujjahnya kurang kuat. Kami belum pernah mendengar kisah dari saksi yang adil tentang isi percakapan tokoh
tsb dengan aparat thoghut yang menyatakan bahwa dia memang mengatakan sesuatu yg merugikan mujahidin, membocorkan rahasia mujahiddin dan menguatkan posisi
thoghut seperti perkataan-perkataan Ali Imron di tv yang banyak saksinya. Jadi pengkafiran tokoh itu kami anggap termasuk ghuluw fit takfir (sebatas info
dan bukti-bukti yang kami ketahui selama ini dan ilmu kami yang masih sedikit dalam hal ini). Wallohu a’lam. Dan bersama ini kami mohon maaf atas tersebutnya
nama tokoh tsb yang mengakibatkan segelintir orang melakukan ghuluw ( fit takfir ).

Kemudian dalam makalah bagian ketiga ini kami tidak menjelaskan tentang langkah teknis secara detail, hanya bagian-bagian pokok dan rambu-rambu dalam menyusun
sebuah amaliyah. Mungkin ada yang kecewa karena terkesan “mengingkari janji” yang akan menjelaskan tentang teknis dari strategi perlawanan, tapi kami memutuskan
demikian karena beberapa hal. Pertama, agar antum lebih berperan aktif dalam mengkreasikan bentuk amaliyah beserta prosedurnya sesuai dengan kemampuan
thoifah masing-masing yang tentunya antum semua lebih paham. Kedua, agar antum paham bahwa strategi itu harus dinamis, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Ketiga, agar strategi kita tidak mudah terbaca oleh musuh. Selain itu juga karena kondisi kami dalam keadaan yang tidak mampu untuk menjabarkan teknis
lebih jauh lagi karena terbatasnya waktu dan tenaga sementara urusan kami di lapangan sangat menyita waktu dan tenaga kami.

Namun dalam makalahh ini kami menjelaskan tentang rambu-rambu dan tujuan pokok dari rangkaian amaliyah yang ingin kita buat di negri ini,dan kaidah-kaidah
penting dalam amaliyah jihadiyah. Untuk hal-hal lain yang belum ada dalam makalah ini kami berharap antum semua yang akan melengkapinya dan mengembangkannya.
Kami hanya memberikan petunjuk awal dan antumlah yang meneruskannya sendiri.

Dan berikut ini adalah ringkasan master plan strategi perlawanan secara global dan singkat.

“ MENCIPTAKAN RASA TIDAK AMAN PADA KEPENTINGAN SALIBIS ZIONIS DI NEGRI INI SEKALIGUS MEMBANGKITKAN SEMANGAT PERLAWANAN UMMAT DENGAN AMALIYAH-AMALIYAH KECIL
YANG TIDAK TERUNGKAP HINGGA SUATU SAAT NEGRI INI DICABUT DARI DAFTAR SEKUTU SALIBIS ZIONIS YANG DIPIMPIN OLEH AMERIKA. KETIKA ITU TERJADI MAKA SEBENARNYA
NEGRI INI SUDAH TIDAK MEMILIKI ARTI LAGI DI MATA INTERNASIONAL “.

Isu terorisme adalah satu-satunya hal yang bisa dibanggakan penguasa murtad negri ini di mata internasional dan masyarakat, mengingat negri ini telah gagal
di semua lini kehidupan. Korupsi merajalela, kemiskinan, para pengusahanya yang kapitalis dan serakah, bahkan sampai prestasi olahraga pun ga ada yang
bisa dibanggakan lagi. Jadi, jika dalam perang melawan terorisme ini pun mereka gagal maka pemerintahan negri ini sudah tidak memiliki nilai lagi di masyarakat,
dan pada saat itu revolusi rakyat menjadi sebuah ancaman yang paling mudah untuk terjadi. Pada saat itulah kita, para da’i dan tokoh ulama ahlut tauhid
menawarkan sebuah solusi yaitu kembali tunduk patuh pada syariat Islam dan bergabung dengan koalisi mujahidin internasional untuk menghadapi koalisi Salibis-Zionis
internasional. Saatnya Islam melalui tangan mujahidin mengambil alih kendali dunia. ALLOHU AKBAR !!!

Dua alinea di atas adalah masterplan perlawanan yang akan kita lakukan bersama-sama. Bismillah ALLOHU AKBAR…Mari kita mulai !!

Inilah yang bisa kami persembahkan kepada kaum muslimin muwahhidin wal mujahidin di bumi nusantara ini. Semoga bermanfaat bagi kami dan bagi kita semua,
dan semoga ALLOH Swt berkenan menerimanya sebagai amal sholih. Allohumma aamiin…!

Bumi Alloh , Awal Syawwal 1433 H

al faqiir ilaa Rabbihi

ABU JAISY AL GHAREEB

NB = Muqaddimah ini dibuat setelah materi makalah selesai ditulis.

ARTI PENTINGNYA INDONESIA BAGI KEPENTINGAN ZIONIS-SALIBIS INTERNASIONAL

Indonesia adalah sebuah negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Memiliki sumber daya alam yang melimpah. Terdiri dari banyak pulau dan memiliki
wilayah perairan yang luas. Letak geografisnya pun strategis. Yang pertama dan
ketiga adalah ancaman, sementara yang kedua dan keempat adalah keuntungan.

Para zionis-salibis yang dipimpin oleh Amerika akan berusaha mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dan mewaspadai potensi ancaman yang ada. Segala
cara mereka lakukan untuk mengeruk kekayaan alam negri ini dan melindungi kepentingan-kepentingan mereka di negri ini. Ketika mereka merasa terancam dengan
keberadaan mujahidin -keberadaan, belum amaliyahnya- maka apapun yang diminta oleh aparat antho dalam rangka memerangi dan membungkam mujahidin akan mereka
berikan dengan senang hati. Sebagai contoh, Indonesia memiliki peralatan untuk menanggulangi kejahatan Cybercrime, laboratorium DNA, dan alat sadap komunikasi
tercanggih di Asia pasifik. Coba antum pikir, jika negri ini tidak punya arti penting bagi mereka tentu tidak akan mereka kasih peralatan-peralatan tsb
dengan cuma-cuma.

Tahukah antum seberapa penting arti negri ini di mata mereka ? Biar kami jelaskan sedikit agar antum semakin semangat untuk menghancurkan kepentingan mereka
di sini.

Potensi ekonomi di negri ini telah banyak kita baca di media masa,di tv dan internet. Sumber daya alam yang melimpah yang sebagian besar belum tereksplorasi
adalah nilai jual yang sangat tinggi bagi negri ini. Sehingga banyak pihak yang ingin ‘menguasai’ negri ini sejak zaman dahulu kala. Kalau dulu mereka
menggunakan kekuatan militer untuk menjajah kita, sekarang cukup dengan ‘membeli’ para penguasa murtad itu. Lebih hemat dan lebih efektif. Karena terkadanag
para penguasa murtad itu bertindak lebih kejam dari para majikannya.

Masyarakat kita pun terkenal bodoh dan memang sengaja dipelihara kebodohan itu agar tidak mengusik kepentingan mereka. Mereka punya segalanya, media dan
sumber dana tak terbatas untuk bisa mendakwahkan ideologi sesat mereka dan menggiring manusia agar ikut sesat. Mereka tahu kelemahan masyarakat kita yang
hubbud dunia, maka mereka gunakan senjata itu untuk merusak negri ini. Mereka iming-imingi para pejabat itu dengan kenikmatan dunia sesaat dengan imbalan
mau melindungi kepentingan mereka.

Dan tahukah antum bahwa salah satu tujuan utama mereka menguasai negri ini adalah sebagai penopang ekonomi dan sumber energi bagi mereka jika Timur Tengah
tidak kunjung bisa mereka kuasai. Selain itu juga karena di negri inilah mungkin tinggal satu-satunya yang bisa dipakai untuk pencitraan bahwa mereka hebat
dalam perang melawan terorisme. Jika di negri ini pun mereka gagal sebagaimana di Timur tengah, maka pencitraan mereka bahwa mereka hebat itu akan berakhir
dan akan semakin membuat mereka semakin terpuruk.

Ketika di Timteng mereka mendapat perlawanan sengit dari mujahidin, maka negri ini menjadi harapan terbesar mereka. Mereka bersaing dan berebut dengan negara-negara
lain semisal China dan Jepang. Indonesia ini di masa depan akan punya peran yang sangat vital dalam percaturan ekonomi dunia.

Dan menurut perkiraan pakar ekonomi dan militer mereka, cepat atau lambat perang dunia akan pecah di Timteng yang akan menyeret negara-negara Amerika dan
Eropa ke dalam perang berkepanjangan yang akan menguras energi dan keuangan mereka. Di sinilah peran Indonesia, apakah dia akan membantu amerika cs atau
membantu mujahidin yang menjadi “korban” perang di timur tengah ? Ataukah dia akan dicoret dari daftar negara sekutu Amerika karena tidak mampu melindungi
kepentingan mereka ?

Ketika indonesia dicoret dari daftar sekutu amerika, itu berarti amerika kehilangan salah satu penopang kekuatan meereka yang juga berarti mereka menjadi
lebih lemah lagi. Jadi yang bisa kita lakukan adalah antara MEMBUAT INDONESIA MENJADI PENOPANG MUJAHIDIN atau MEMBUAT INDONESIA DICORET DARI DAFTAR SEKUTU
AMERIKA. Kami berpendapat pilihan kedua lebih mudah untuk diwujudkan. Dan inilah yang dulu telah dilakukan oleh para pendahulu kita dalam
jihad di awal era perang salib baru yang masih berlangsung hingga hari ini. Mulai dari Bom Bali I dan II, Bom JW Marriot yang pertama, dst sampai Bom Ritz
Carlton tahun 2009 yg lalu.

Cara untuk membuat insonesia dicoret dari daftar sekutu amerika adalah dengan membuat Amerika cs merasa tidak aman berada di negri ini, dan itu tentu saja
harus dengan menggalakkan amaliyah irhab. Kita menyerang tempat-tempat yang menjadi kepentingan amerika atau menyerang aparat keamanan negri ini akan memberikan
dampak yang sama, yaitu krisis keamanan dan mungkin juga krisis ekonomi.

Dan satu hal penting yang perlu kita ketahui adalah bahwa Isu terorisme adalah satu-satunya hal yang bisa dibanggakan penguasa murtad negri ini di mata
internasional dan masyarakat, mengingat negri ini telah gagal di semua lini kehidupan. Korupsi merajalela, kemiskinan, para pengusahanya yang kapitalis
dan serakah, bahkan sampai prestasi olahraga pun ga ada yang bisa dibanggakan lagi. Jadi, jika dalam perang melawan terorisme ini pun mereka gagal maka
pemerintahan negri ini sudah tidak memiliki nilai lagi di masyarakat, dan pada saat itu revolusi rakyat menjadi sebuah ancaman yang paling mudah untuk
terjadi. Pada saat itulah kita, para da’i dan tokoh ulama ahlut tauhid menawarkan sebuah solusi yaitu kembali tunduk patuh pada syariat Islam dan bergabung
dengan koalisi mujahidin internasional untuk menghadapi koalisi Salibis-Zionis internasional.

Jika kita mampu menyadarkan ummat bahwa Indonesia adalah negeri terjajah dan merupakan perpanjangan tangan dari negara-negara Barat dalam merampas kekayaan
alam negri ini yang smestinya menjadi hak kaum muslimin, maka kami yakin tak lama lagi akan muncul revolusi ummat Islam. Setelah kondisi bergolak kita
tinggal melaksanakan strategi “ Idaroh at Tawahusy” atau manajemen kebiadaban/kekacauan. Dan ini harus melibatkan semua da’i yang jujur dan siap mengorbankan
jiwa dan raganya fi sabilillah. Energi ummat harus dinyalakan. Telah banyak darah syuhada tertumpah, sekarang giliran para da’i yang jujur untuk menyempurnakannya
dengan cahaya lisan dan penanya. Kami benar-benar sangat merindukan kata-kata para da’i yang membakar semangat perlawanan dan mengarahkan energi perlawanan
itu ke arah yang benar. Yang sering kami dengar adalah banyaknya debat dan saling cela antar sesama pegiat dakwah. Bahkan yang paling menyakitkan adanya
sebagian da’i yang justru “mencela” mujahidin dan menjadi penggembos jihad dengan perkataan-perkataannya.

KAIDAH-KAIDAH PENTING DALAM AMALIYAH

list of 10 items
1. Perang yang sedang kita lakukan adalah perang di wilayah musuh, yang perencanaan, persiapan, pelatihan, pengumpulan logistik sampai pelaksanaan operasi
dan persembunyian pasca amaliyah semua dilakukan di wilayah musuh.

Kenapa kita sebut wilayah musuh ? Karena alasan berikut :

1. negara ini merupakan negara yang memusuhi mujahidin dan pejuang tauhid

2. masyarakatnya mayoritas (walau mengaku muslim) tidak paham syariat
jihad, dan tidak menyadari bahwa dirinya terjajah/terdholimi oleh thoghut negri ini

3. sistem keamanan negri ini yang menjadikan setiap aktivitas yang tidak nurut pada undang-undang thoghut dianggap sebagai sebuah kejahatan, apalagi yang
mencoba mengusik ketenangan singgasana kekuasaan batil mereka.

4. masih banyak perselisihan antar kaum muslimin yang telah paham syariat
jihad tehadap adanya amaliyah di negri ini, jadi ini masih termasuk dalam wilayah tidak aman bagi jihaad.

2. Karena ini perang di wilayah musuh, maka semua hal yang berkaitan dengan amaliyah tidak boleh tercium oleh orang lain sampai pada pelaksanaan amaliyah
dan bahkan sampai pasca amaliyah. Orang yang tidak terlibat tidak boleh tahu. Maka dari itu kita harus pandai mengemas “dagangan” kita, agar tidak tercemar
dan rusak sebelum waktunya terjual.

3. Setiap amal ibadah mempunya ketentuan dan teknis pelaksanaan yang berbeda-beda. Jihad adalah amalan teragung dalam islam, ketika seseorang telah mengikrarkan
dirinya menjadi seorang mujahid yang berjihad di negri ini maka segala hal yang dilakukannya haruslah sejalan dengan strategi jihadnya dan sesuai dengan
posisi dan tugasnya dalam amaliyah jihad itu.

4. Kesulitan utama perang di wilayah musuh bukan pada menentukan musuh, tapi bagaimana menyiapkan amaliyah dan menghilang setelah amaliyah di wilayah musuh.
Kesulitan bukan pada saat mengambil, tapi lebih pada saat membawanya.

5. Kecerdikan, keteguhan dan kedisiplinan seorang mujahid sangat menentukan dalam kelangsungan sebuah amaliyah.

6. Strategi amaliyah itu selalu dinamis, berubah menyesuaikan dengan strategi musuh dan kondisi kemampuan mujahidin.

7. Segala sesuatu yang dapat menguatkan jihad harus dilakukan/diambil, dan segala hal yang dapat melemahkan jihad harus dijauhi dan dibuang jauh-jauh,
baik itu berupa perkataan maupun perbuatan.

8. Mujahid yang cerdik adalah yang berpikir bagaimana melakukan amaliyah dengan kemampuan yang ada, bukan yang memikirkan bagaimana membuat amaliyah yang
masih jauh dari kemampuan. Jihad itu step by step. Jihad di Iraq itu konon hanya dimulai oleh belasan orang saja. Awal jihad afghan tahun 80-an itu pun
sama, dimulai dengan belasan orang.

9. Sedikit tapi kuat lebih baik daripada banyak namun lemah.

10. Kemenangan itu semata-mata adalah karunia Alloh dan kekalahan itu disebabkan oleh diri kita sendiri.

list end

—-o0O0o—-

SEKILAS BAGAIMANA APARAT MUSUH DALAM MENEMUKAN PELAKU TEROR (MUJAHIDIN).

Kami ingin memaparkan sekilas tentang bagaimana musuh menemukan para pelaku teror, mulai menentukan pelaku sampai mengejar buronan/ dpo sejauh yang kami
ketahui selama ini, agar kita dapat mengambil pelajaran dan menentukan langkah antisipasi menghadapinya. Ketika kita tahu langkah kerja musuh maka akan
kita temukan titik lemahnya, dan kami harap antum semua bisa menyimpulkannya sendiri.

Hal pertama yang dilakukan aparat adalah olah tkp,mengambil rekaman cctv (jika ada), mencari barang bukti, atau jejak yang bisa mengarah ke pelaku. Semua
dikumpulkan. Jika kasusnya bom, maka bahan bom, perkiraan daya ledak bom, semua dikumpulkan. Jika kasusnya penembakan, maka proyektil dan selongsong peluru
pasti paling dicari. Selain itu, setiap detil di tkp akan diperiksa, berharap dapat petunjuk awal. Ingat, itu adalah keahlian dasar satuan reserse. Bahkan,
jaringan kasus bom Makassar thn 2002 terungkap berkat secarik kartu berobat di sebuah rumah sakit yang ditemukan di tkp !!! Silahkan cek arsip majalah
tempo online edisi desember 2002

Dalam setiap kasus kejahatan/kriminal hal yang paling pokok dicari di tkp adalah sidik jari, kenapa ? Jika antum sudah pernah punya sim asli, atau kalau
sekarang punya e-ktp maka data sidik jari antum sudah ada di database mereka. Hati-hatilah dengan sidik jari antum. Baru kemudian setelah olah tkp dirasa
cukup, mulailah pemeriksaan saksi mata. Semua info akan digali, bahkan sejak beberapa hari sebelum kejadian akan ditanyakan kepada saksi mata di sekitar
tkp. Coba antum bayangkan, jika ada saksi mata yang melihat orang yang dicurigai sebagai pelaku sempat isi pulsa di sebuah konter hp ? Ini sebuah petunjuk
besar. Sekarang di tingkat polres saja sudah punya pelacak sinyal hp.

Ingat kasus CIMB Niaga Medan ? Petunjuk terbesar adalah foto motor dan pakaian serta jejak sinyal hp milik pegawai bank yang dibawa lari oleh mereka. Misalnya
hp rampasan itu digunakan untuk menelpon salah seorang rekan mereka, bukankah juga merupakan petunjuk. Waktu itu menurut keterangan polisi yang sampai
ke media, hp itu terdeteksi sampai di daerah pesisir timur Sumut. Artinya kalau sampai terdeteksi, berarti hp itu on dalam waktu lama. Waktu itu juga sepertinya
tidak semua pelaku memakai sarung tangan. Kemudian dari plat nomer di seperda motor pelaku, meski langsung diketahui bahwa itu plat nomer palsu, tapi dari
penelusuran ke semua kios penyedia jasa pembuatan plat nomer, bukankah bisa ditanyakan siapa dan seperti apa wajahnya orang yang pesan nomer tsb ?

Jangan buat pelat nomer palsu di kota target amaliyah, buatlah sejauh mungkin. Bila perlu kalau mau amaliyah di jakarta misalnya, buat platnya di surabaya.
Dan perhatikan penampilan, satu penampilan satu tahapan kerja. Jika pada waktu pesan plat, atau waktu survei taget dan waktu eksekusi misalnya pakaiannya
sama atau wajahnya sama, itu sudah merupakan petunjuk. Dan untuk antum ketahui, dalam kasus terorisme mereka tidak kekurangan SDM, karena kasus terorisme
nilai jualnya sangat tinggi. Seorang polantas saja jika razianya untuk tujuan penanggulangan terorisme, nilainya jauh lebih tinggi dari razia biasa. Lain
dengan kasus kejahatan lainnya.

Sebenarnya untuk lebih tahu tentang bagaimana musuh menemukan dan mengidentifikasi kita bisa antum tanyakan kepada para masjunin yang pernah menjadi dpo,
tanyakan bagaimana mereka dapat ditemukan. Itu akan sangat membantu antum dalam menentukan langkah-langkah dalam amaliyah.

Hal-hal di atas adalah cara kerja standar reserse. Jika ingin dapat tangkapan yang lebih banyak dan atau agar penindakannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan
mereka (misal : untuk pengalihan isu, butuh kenaikan pangkat, butuh dana, dll) maka dimainkanlah pola-pola penyelidikan intelijen.

Sebagai contoh : pada kasus bom istisyhad. Sang pelaku tentu saja bisa langsung diketahui identitasnya, namun yang dicari berikutnya adalah siapa sebenarnya
pelaku ini, aktivitasnya apa saja selama ini, dengan siapa dia bergaul/berkelompok. Di sinilah data intelijen diperlukan. Maka dibongkarlah semua file/data
tentang kegiatan-kegiatan yang biasa diikuti oleh aktivis dakwah tauhid. Jika ditemukan bukti misalnya rekaman video/foto ketika mengikuti salah satu kegiatan
tsb, maka orang-orang yang ada dalam foto itu berpeluang utk “berurusan” dengan aparat thoghut, minimal dimintai keterangan baik langsung maupun tidak
langsung. Yang dmaksud dengan tidak langsung adalah tanpa disadari, karena mereka pandai menyamar/menyusup, mengamati dan membuntuti selama beberapa waktu
lamanya sampai didapatkan bukti-bukti penguat lainnya. Setelah dirasa cukup, orang-orang yang punya nilai jual dimasukkan list untuk diawasi terus menerus
sampai ketika diperlukan orang-orang ini baru diambil. Operasi intelijen seperti inilah yang kita paling sulit menghadapinya.

Dari paparan di atas, sebenarnya jika kita mau berfikir dan mengambil pelajaran, kita sudah bisa menenetukan langkah kerja dalam sebuah amaliyah yang akan
kita buat. Memang diperlukan persiapan yang panjang dan waktu yang lama, tapi demi agar tidak terulangnya kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu kita
wajib sabar dalam mewujudkannya. Namun jika antum dan kelompok antum sudah siap untuk bekerja mandiri dan siap dengan segala resikonya maka silahkan mulai
beramal. Kami hanya bisa memberikan masukan dan nasehat. Yang kami harapkan nantinya adalah ada dua kategori amaliyah atau program, yaitu amaliyah/program
jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk yang jangka pendek maka dua orang pun insya Alloh sudah bisa melakukannya,dengan amaliyah ightiyalat misalnya. Namun yang jangka panjang memerlukan
banyak sdm dan waktu yang panjang pula. Untuk program jangka panjang maka harus ada pembinaan dan rekrutmen yang berkesinambungan dengan standar keamanan
operasional lapangan yang ketat.

—oo0O0oo—

KEMAMPUAN YANG DIBUTUHKAN DALAM JIHAD

Sebelum kami lanjutkan, perlu dipahami bahwa semua yang akan kami paparkan di sini adalah dalam konteks jihad di negri ini. Jadi semua mulai dari kemampuan
yang harus disiapkan,persiapan, rekrutmen, dst dst adalah berlaku di negri ini dimana perangnya adalah perang di wilayah musuh dengan taktik gerilya kota.

Kemampuan atau skill individu yang kita butuhkan untuk berjihad di negri ini tentu berbeda dengan yang dibutuhkan di bumi jihad yang lain. Semua memiliki
karakteristik dan kekhasan masing-masing. Dan tentunya juga bekaitan dengan bentuk amaliyah atau strategi amaliyah yang akan dikerjakan. Tapi secara umum
kemampuan-kemampuan berikut ini adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang mujahid.

list of 6 items
1. fisik yang sehat, yang mampu melakukan perjalanan jauh baik dengan kendaraan pribadi maupun umum. (mampu mengendarai motor -minimal-, atau mobil jika
mampu, dan mampu berjalan kaki dalam jarak dan waktu yang panjang). Hal ini sangat berguna dalam setiap tahapan amaliyah.

2. cerdik, tangkas, dan tanggap dalam mengambil tindakan yang dibutuhkan di lapangan.

3. Mampu mengenali musuh di setiap tempat yang mungkin dijumpai di perjalanan dan menganalisa bagaimana cara menyembunyikan diri darinya tanpa adanya kecurigaan
dari musuh tsb

4. mudah beradaptasi dengan lingkungan maupun rekan kerja dan dapat bekerja secara tim maupun personal.

5. Kemampuan dalam berwirausaha, minimal bisa menjual seseuatu atau memproduksi sesuatu yang mudah untuk dijual. Ini akan sangat beguna untuk kamuflase
atau kover dalam menjalankan sebuah misi.

6. Mampu meninggalkan keluarga, artinya keluarganya bisa bertahan dan melanjutkan hidup tanpa kehadirannya. Namun sebenarnya ini hanya berlaku pada personal
yang memang harus meninggalkan keluarganya ketika bertugas. Tapi alangkah baiknya jika semua personal pun punya kemampuan ini, karena akan sangat meringankan
beban jihad. Sebagai persiapan kejadian tak terduga yang menjadi resiko dari sebuah amaliyah.

list end

Kemampuan atau keahlian seperti keahlian beladiri, menggunakan senjata, chemical engineering, dsb tidak kami masukkan dalam kriteria di atas karena itu
adalah keahlian khusus yang andai tidak mendapatkan personal yang memiliki kemampuan tsb jihad masih bisa bejalan karena hal-hal itu bisa dipelajari dalam
perjalanan. Dan juga keahlian seperti itu dibutuhkan atau tidaknya tergantung dari amaliyah yang mau dikerjakan. Namun kelima kemampuan dasar di atas sangat
diperlukan dalam setiap tahapan amaliyah di segala posisi (baik mulai amir sampai yang paling kecil) dan dalam setiap bentuk amaliyah di negri ini. Hatta
ketika ingin berjihad seorang diri sekalipun, hal di atas mutlak untuk dipersiapkan. Untuk poin yang ke-enam pada awal proyek amaliyah masih belum begitu
diperlukan, namun cukup penting untuk dipersiapkan dari awal.

—oo0O0oo—

KEMAMPUAN BERTAHAN PASCA AMALIYAH LEBIH PENTING DARI AMALIYAH ITU SENDIRI

Kalau kita perhatikan selama ini, kawan-kawan yang telah beramaliyah cenderung menomorduakan planing pasca amaliyah. Padahal yang membuat sebuah amaliyah
bernilai irhab sekaligus pengobar semangat ummat untuk bangkit melawan adalah kesusksesan bertahan dalam kepungan musuh dan mrencanakan amaliyah selanjutnya
yang lebih baik. Coba antum renungkan, selama ini setaiap selesai sebuah amaliyah, dengan mudahnya musuh kemudian berhasil menangkapi kawan-kawan kita.
Ini pasti ada kesalahan. Setelah ummat sempat bergembira dengan keberhasilan sebuah amaliyah, tak lama kemudian ummat juga dibuat down kembali dengan berhasil
ditangkapnya para pelakunya. Di mata masyarakat awam, yang naik bukan pamor mujahidin namun pamor Densus 88 la’natulloh ‘alayhim. Padahal kita sangat ingin
menjatuhkan pamor densus di hadapan masyarakat bahwa mereka gagal menghadapi mujahidin, bahwa mereka tak lebih dari preman bayaran yang takut mati, bahwa
mereka adalah penjahat yang sebenarnya.

Mari kita ingat kembali, mengapa syekh NMT begitu disegani kawan maupun lawan ? Itu karena beliau mampu bertahan sekian lama dan mampu membangun pasukan
yang baru di tengah wilayah musuh. Pasca syaahidnya beliau, sampai hari ini belum ada yang sampai pada taraf seperti itu. Bagi kami, bom Ritz Carlton adalah
karya paling jenius beliau, melebihi peledakan-peledakan sebelumnya. Mengapa ? Karena amaliyah itu disusun dan dipersiapkan di tengah ketatnya pengawasan
musuh terhadap mujahidin.

Ya ikhwah…mempersiapkan sebuah amaliyah bukan hanya sampai pada pelaksanannya, namun pasca amaliyah itu sangat penting. Antum harus mampu bertahan -secara
mandiri jika mampu, dan ini sebaik-baik maqam- setelah itu. Dalam perang gerilya, bertahan itu lebih penting dari menyerang. Karena dalam perang gerilya
adalah perang antara yang sedikit melawan yang banyak, yang lemah melawan yang kuat. Jika yang sedikit dan lemah tidak mampu bertahan, maka dari mana didapat
kekuatan ?? dari mana akan didapatkan efek pukulan jika hanya mampu memukul sekali saja ?

Janganlah mengulang kesalahan yang sudah terjadi, jika belum mampu membuat yang lebih baik maka bersabarlah dalam persiapan, perbanyaklah belajar tentang
musuh kita. Yakinlah, niat itu sudah dinilai oleh ALLOH Ta’ala. Itulah sebab utama mengapa belum ada amaliyah yang signifikan yang mampu kami persembahkan
ke hadapan ummat ini, kami tidak ingin mengulang kesalahan yang telah dilakukan pendahulu kami. Betapa pun sesaknya dada kami menyaksikan penangkapan demi
penangkapan, namun kami juga tidak ingin cepat tetangkap oleh mereka. Demi ALLOH, kalau hanya sekedar melakukan peledakan-peledakan itu persiapannya tidak
lama, seseorang bisa belajar membuat bom dari nol hanya dalam 2 minggu saja. Namun bagaimana bersembunyi setelah amaliyah, membuat sebuah cover dan kamuflase
yang sempurna adalah jauh lebih sulit dan memerlukan biaya yang lebih besar dari amaliyah. Di bagian lain nanti akan kami uraikan tentang idealnya sebuah
amaliyah yang mampu meraih tiga kebaikan sekaligus yaitu ; menghancurkan musuh di mata masyarakat dunia, membangkitkan harapan dan semangat ummat dalam
melakukan perlawanan, dan mentarbiyah ummat agar lebih cerdik dalam perlawanan.Entah kapan yang ideal itu akan terwujud, namun kami berharap ummat akan
melahirkan genrasi baru yang akan melanjutkan cita-cita kita bersama. Kami mungkin hanya bisa menginspirasi dari pengalaman kami selama ini.

Untuk mewujudkan tiga kebaikan di atas, kita harus mampu bertahan. Bagaimana musuh bisa terkuras tenaga dan sumber dayanya kalau kita mudah tertangkap,
dst dst ? Amaliyah kecil namun mampu bertahan lebih kami sukai daripada amaliyah besar namun mudah terbaca oleh musuh. Prinsip kami ; 1 x 10 lebih baik
dari 10 x 1. karena dalam 1x 10 ummat bisa belajar dan naik semangat dan harapannya secara bertahap. Ada 10 kejadian yang bisa mentarbiyah ummat, ada 10
pukulan atau luka yang bisa dialami musuh -tinggal membesarkan luka itu melalui media-. Insya ALLOH itu lebih menyakitkan perasaan musuh, lebih membuat
down mental mereka, dan ada 10 kesempatan propaganda menghancurkan moral dan reputasi musuh di hadapan masyarakat dunia.

Di Iraq, digantungnya belasan tentara amerika di jembatan-jembatan, di perempatan-perempatan dan disertai video eksekusinya lebih menakutkan bagi musuh
dari serbuan pesawat atau tank tempur dan lebih menaikkan ghirah perlawanan ummat daripada ratusan jam majlis ta’lim atau kajian kitab. Itulah salah satu
kejeniusan mujahidin Iraq di awal perlawanan. Dan antum telah lihat hasilnya sekarang.

MISI UTAMA MUJAHIDIN INDONESIA

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa ALLOH Ta’ala telah menurunkan syariat jihad untuk membela diri sekaligus untuk meraih Izzul Islam wal
Muslimin. Karena itulah, musuh-musuh Islam telah berupaya sedemikian rupa menjauhkan syariat jihad dari kehidupan kaum muslimin saat ini. Menyibukkan kita
dalam urusan dunia sementara mereka merampok dan merampas hak-hak kita tanpa kita sadari.

Misi utama mujahidin di negeri ini yang paling utama dan mendesak adalah # membangkitkan ummat untuk melakukan perlawanan. Hal ini tidak akan terwujud dengan
baik kecuali dengan bersinerginya mujahidin dan para da’i tauhid. Mujahidin berkewajiban menunjukkan kepada ummat bahwa musuh itu bisa dipukul, bahwa musuh
itu sebenarnya lemah. Sementara itu pada saat yang sama para da’i berkewajiban menunjukkan kepada ummat -setelah dakwah tauhid- bahwa ummat ini sedang
didhalimi oleh musuh, bahwa pemimpin dan penguasa negri ini adalah perpanjangan tangan dari musuh. Juga menunjukkan kepada ummat bukti-bukti kedhaliman
penguasa yang merupakan perpanjangan tangan dari musuh tadi seperti # dirampoknya kekayaan alam kita, naiknya harga-harga kebutuhan pokok yang tidak masuk
akal, busuknya praktek pemerintahan seperti merajalelanya korupsi dst dst… yang intinya agar ummat tergerak untuk melakukan perlawanan. Ketika ummat perlu
contoh amaliyah, mujahidin telah menunjukkan caranya. Itulah harapan kita semua.

Jihad perlu melibatkan ummat dan itu sebuah keniscayaan. Ketika ummat belum mau melakukan perlawanan maka membuat ummat untuk bangkit melawan adalah misi
utama mujahidin. Ketika ummat telah sepakat untuk melakukan perlawanan pada saat itu tugas atau misi mujahidin adalah mengarahkan potensi ummat dalam amaliyah
jihad.

Dari paparan di atas, kesimpulannya adalah # pada saat ini yang paling kami harapkan dan tentunya juga diharapkan oleh seluruh mujahidin adalah partisipasi
para da’i dalam menyadarkan ummat untuk melakukan perlawanan. Jangan memperpanjang perdebatan dan perselisihan kecil, ada urusan yang lebih besar dan mendesak
untuk dilakukan yaitu jihad. Yang dengannya musuh menjadi gentar dan menghentikan kedhaliman mereka.

Ingatlah hadits “ ASLIM TSUMMA QOOTIL “ yang masyhur itu. Ketika ada panggilan
jihad fardhu’ain, dan ada seseorang yang datang kepada Rasulullah saw bertanya apakah ia masuk Islam dulu atau berperang dulu, maka beliau menjawab ASLIM
TSUMMA QOOTIL. Ber-Islamlah kemudian berperanglah, dan akhirnya orang tsb memperoleh karunia kesyahidan padahal belum sholat satu rekaat pun. Seseorang
telah boleh berperang (ikut berjihad) meski baru saja bersyahadat. Itulah dakwah -fardiyah- yang dilakukan Rasulullah ketika ada panggilan jihad. Singkat
tapi menghasilkan.

Itulah yang kami harapkan. Tidak perlu seorang mad’u itu haarus dawam dulu dalam qiyamulail dan ibadah nafilah lainnya baru dilibatkan dalam jihad-yg fardhuain-
padahal ia mempunyai keahlian yang dibuthkan dalam amaliyah jihad. Yang wajib harus didahulukan dari yang sunnah. Orang yang baru bertaubat dari kedurhakaan
namun keinginannya kuat untuk terlibat dalam jihad dan dia memiliki kemampuan yang dibutuhkan dalam jihad, maka menghalanginya dari berjihad adalah dosa
besar. Dia sudah boleh beramal meski masih dalam proses pertaubatan ketika jihad
sangat membutuhkannya.

Kepada para da’i tauhid kami serukan, Hari ini biarlah urusan menyerang musuh dan memberikan contoh amaliyah serahkan kepada mujahidin yang sudah eksis
-hafidzahumulloh-. Tugas antum adalah mengajak ummat untuk bangkit melawan. Dan tidak ada cara yang lebih efektif dari menunujukkan kepada ummat bukti
kedhaliman musuh dan landasan syar’i untuk melakukan perlawanan. Jangan memperbanyak perdebatan dalam hal-hal yang justru akan menjauhkan ummat dari segera
bangkit berjihad.

IDEALNYA SEBUAH AMALIYAH JIHAD DI INDONESIA

Tujuan yang hendak dicapai oleh mujahidin adalah ; sebuah amaliyah yang dapat menimbulkan ketakutan dan kerugian sebesar-besarnya di pihak musuh sehingga
kekuatannya melemah baik secara materiil maupun moril, namun pada saat yang sama dapat membangkitkan ghirah dan izzah ummat serta mampu mempertahankannya
selama mungkin.

Hal di atas tidak akan terwujud jika sang mujahid dapat ditangkap dengan mudah dan jaringannya digulung dengan mudah pula. Oleh karena itu, planing sebuah
amaliyah harus memperhitungkan hal-hal pasca amaliyah yang justru lebih penting dari amaliyah itu sendiri. Pada uraian tentang bagaimana aparat thoghut
dapat menemukan pelaku amaliyah, bagaimana mereka dalam mengintai sampai pada menindak semua jaringan yang terlibat telah kami jelaskan poin-poin pentingnya,
agar menjadi pertimbangan dalam menyusun langkah kerja.

Kami akan berikan sebuah contoh ideal sebuah operasi amaliyah kami sebut ideal karena itu adalah yang kita idam-idamkan bersama. Mulai dari persiapan sampai
pasca amaliyah. Berikut uraiannya ;

PERSIAPAN

list of 4 items
1. Antum harus memastikan bahwa antum bisa meninggalkan keluarga antum dan siap untuk tidak kembali lagi. Artinya keluarga antum juga telah siap untuk
kepergian antum, tidak akan cengeng sehingga dengan mudah bercerita kepada orang lain tentang kepergian antum, mudah mengeluh kepada orang lain dst dst…

Selama ini kita hampir selalu gagal ketika menghadapi fitnah keluarga ini. Entah karena tidak kuat menahan kerinduan ataupun karena keluarga kita menjadi
tidak terurus sepeninggal kita. Maka, wajib bagi antum untuk memepersiapkan keluarga antum sampai pada tingkatan seperti itu.

Idealnya adalah ketika antum pergi untuk melakukan sebuah proyek amaliyah, keluarga antum bisa mandiri baik dari sisi finansial maupun mental. Jika tidak
bisa mandiri maka pastikan ada jamaah atau thoifah yang telah pasti siap mengurus keluarga antum. Jadi, ketika antum ada di lapangan antum tidak perlu
lagi tanya apakah uang saku anak-anak masih ada, beras masih adakah, dst dst… sehingga antum bisa konsntrasi dalam tugas antum.

Dalam pengalaman dan pengamatan kami, 90 % kasus tertangkapnya ikhwan mujahidin di negri ini adalah karena fitnah keluarga, hampir semuanya tertangkap di
rumah atau ketika bersama keluarga. Bahkan ada juga yang sengaja memancing kehadirannya dengan memperalat keluarganya. Berhati-hatilah antum terhadap fitnah
keluarga ini. Ingatlah surah At Taubah 24, urutan ashnaf penghalang jihad… “bapak-bapak,anak-anak, saudara-saudara, istri-istri…dst “.

Tapi inilah tabiat jihad, betapa banyak orang yang paham jihad tapi belum paham tabiat jihad.

2. Persiapkanlah seorang ikhwan yang paling antum percayai untuk menjadi kurir antara antum dengan keluarga yang antum tinggalkan dan dengan thoifah pendukung
atau penopang amaliyah jihad.

Ikhwan ini harus orang yang mudah bergerak, pandai beralibi, dan terpercaya. Dia akan bertugas membawa berita dari antum dkk di lapangan kepada para pendukung/penopang
jihad. Ini penting, sebagai penguat ikatan dan semangat perjuangan. Antum tahu perkembangan ikhwan non lapangan dan mereka ( yang non lapangan) tahu berita
dari ikhwan lapangan.

Bagi ikhwan non lapangan mereka kemudian diharapkan akan menyebarkan berita bagus dari mujahidin atau minimal tentang kondisi mujahidin di lapangan, sehingga
para simpatisan akan tahu apa yang dibutuhkan mujahidin atau apa yang telah dicapai mujahidin. Ini sangat bermanfaat dalam proses mentarbiyah ummat.

Kurir ini sangat penting perannya ketika kita menginginkan amaliyah itu untuk diblow-up oleh media jihadi, dan merupakan bagian terpenting dari perang propaganda
selain yang bergerak di divisi media jihadi.

3. Siapkan personal yang khusus bergerak di i’lam atau media jihadi, minimal dia adalah kontributor di sebuah forum jihadi baik lokal maupun yang internasional.
Ini tidak kalah pentingnya dengan poin no 2. Peran bagian i’lam adalah mengumpulkan informasi tentang dinamika jihad global dan mampu mengirimkan informasi
dari mujahidin lokal ke dalam forum tsb serta mampu berkomunikasi antar aktivis i’lam internasional.

4. Dana yang cukup untuk menopang semua kegiatan sejak dari masa persiapan, pelaksanaan dan pasca amaliyah minimal sampai tiga bulan pasca amaliyah. Karena
kita perlu menyelamatkan diri (bersembunyi) setelah amaliyah sambil mempersiapkan amaliyah berikutnya.

list end

Empat poin di atas wajib untuk disiapkan sebelum proyek amaliyah dimulai, bahkan andai amaliyahnya akan dilakukan seorang diri sekalipun, minimal ada dua
orang lagi yang bertugas untuk poin no 2 dan 3. operasi amaliyah seperti ightiyalat bisa dilakukan seorang diri, namun perlu media untuk menebarkan rasa
takut di pihak musuh dan membangkitkan ghiroh ummat dalam meraih izzul islam wal muslimin. Mengenai dana operasional, dia harus sudah siap sebelum proyek
dimulai, karena setelah aamaliyah terlaksana, mencari dana untuk escape pasca amaliyah sangat riskan meninggalkan jejak dan bocornya proyek kepada pihak-pihak
yang tidak berkepentingan.

PELAKSANAAN

Yang masuk dalam tahap pelaksanaan adalah sejak pengumpulan logistik, survei target, dan pelaksanaan amaliyah. Semuanya tergantung dari model dan bentuk
amaliyah yang akan antum lakukan, mau ightiyalatkah, peledakan kah, atau bom istisyhad. Menurut kami, amaliyah yang paling mungkin dilkukan dan mudah dalam
pelaksanaan sampai pasca amaliyahnya adalah ighiyalat dan peledakan-peledakan. Bom istisyhad akan mudah ditelusuri pelaku di baliknya, karena meninggalkan
jejak yang besar yaitu si pelaku isstisyhad,dan kita belajar dari kasus bom Cirebon.

Ightiyalat bisa dilakukan oleh seorang saja, dan peledakan pun bisa dilakukan oleh satu eksekutor juga. Tentang bagaimana agar menimbulkan efek irhab yang
besar, maka pandai-pandailah berimprovisasi dalam menentukan target. Intinya, ciptakan efek irhab sebesar mungkin dengan resiko yang seminimal mungkin.

Kami akan coba memberikan satu contoh skenario serangan dalam bentuk serangan peledakan. Siapkan sebuah rangkaian bom yang mampu menghancurkan mobil atau
sebuah rumah di suatu tempat yang telah disiapkan. Kemudian pancing tim gegana untuk datang ke tempat itu, setelah mereka datang dan mendekat ke lokasi,
ledakkan bom sebelum mereka menemukannya. Silhakan antum mengkreasikan bentuk serangan yang menurut antum paling mungkin dilakukan dan paling minim resikonya.

Namun yang perlu diingat, bahwa antum harus bermain cantik sejak dari pengumpulan logistik sampai pada waktu eksekusinya. Harus pandai beralibi dan menyamar
serta berkamuflase.

PASCA AMALIYAH

Pada periode inilah ketangguhan dan kecerdikan seorang mujahid mendapat ujian yang paling berat. Karena efek irhab dan tarbiyah terhadap ummat dari sebuah
amailyah ditentukan di sini, jika sang mujahid mudah tertangkap maka yang naik pamornya di masyarakat umum adalah aparat anshor thoghut. Sedangkan pada
diri ummat yang baru saja bergembira menyaksikan sebuah amaliyah yang membakar semangat dan menaikkan ghirah mereka, maka tertangkapnya sang mujahid -dalam
waktu singkat- sedikit atau banyak pasti akan memberikan efek membuat down kembali, kecewa, dst dst… Inilah yang tidak ingin kita alami lagi untuk yang
kesekian kalinya.

Kenapa kami sebut ujian terberat ? Karena tabiat jihad benar-benar baru terjadi di periode ini. Mengembara dalam keterasingan, putus hubungan dengan siapapun
yang sebelumnya pernah berhubungan dekat, sabar dalam standar amniyah operasional lapangan, dan pada saaat yang sama tetap dalam proses menyiapkan amaliyah
berikutnya (termasuk rekrutmen,mengumpulkan logistik, dst ).

Jika pada periode persiapan, masih bisa berhubungan dengan teman-teman, sanak saudara dll asal punya alibi yang kuat masih bisa dilakukan, maka pada periode
pasca amaliyah ini hal itu sama sekali tidak bisa di tolerir apalagi jika telah diumumkan nama-nama DPO kasus tsb atau ada salah satu anggota yang telah
tertangkap. Ingat-ingat kembali tentang bagaimana para mujahidin negri ini tertangkap, kami tidak mengulasnya lebih jauh. Data dan berita mereka bisa antum
dapatkan dengan mudah dengan bantuan internet.

Ketakutan musuh akan berlipat ganda jika dalam posisi kasus sebelumnya belum terungkap sudah ada amaliyah berikutnya, apalagi jika lebih dahsyat amaliyahnya.

–oo0O0oo—

BEBERAPA PENGALAMAN KAMI

Selanjutnya kami akan mencoba berbagi kisah pengalaman kami selama ini, baik kisah sukses, tips dan trik di lapangan, kegagalan, dan juga kesulitan-kesulitan
atau musykilah yang masih kami alami sampai saat ini. Pada rencana semula uraian ini akan panjang, namun akhirnya kami putuskan hanya ringkasan bagian-bagian
terpentingnya saja, yang penting pesan yang hendak kami sampaikan dapat tersampaikan.

MENDAPATKAN LOGISTIK

Kami mulai dari kisah bagaimana kami memperoleh logistik baik peralatan maupun bahan mutafajirot. Sebenarnya semua kebutuhan logistik untuk amaliyah itu
tersedia di negri ini, kuncinya mengetahui jalur dan tahu aturan untuk mendapatkannya. Tapi mungkin antum bertanya-tanya dari mana kita mulai menelusuri
jalur-jalur tsb.

Nah, kisah kami ini mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi antum. Kita mulai dari jalur peralatan atau kita sebut saja silah / senpi plus amunisinya. Di negri
ini senpi dan amunisinya biasanya berasal dari daerah-daerah bekas konflik, penyelundupan dari luar negri, jalur preman, dan oknum aparat TNI/POLRI atau
PINDAD. Dari kesemua jalur itu yang paling mudah dan paling minim resiko adalah dari jalur preman dan oknum TNI/POLRI. Tapi antum harus punya personel
bertampang preman atau mantan preman atau mantan TNI/POLRI. Dan tentu saja harus melakukan penyusupan dan pendekatan ke kalangan mereka dan sudah punya
dana untuk membelinya, agar sewaktu-waktu ada barang bisa langsung ditindaklanjuti secepatnya. Karena barang seperti ini munculnya hanya sebentar. Siapa
cepat dia dapat.

Jika antum punya kawan yang berasal dari daerah bekas konflik -meski non ikhwan- antum bisa melakukan pendekatan dan merayu dia untuk mendapatkan info apakah
masih ada sisa-sisa logistik dari konflik di masa lalu. Kalau beruntung antum bisa mendapatkannya dengan harga murah atau bahkan kalau ketemu ikhwan bisa
gratis. Tapi ingat, harus main cantik. Alibi harus bagus. Misal untuk jaga diri karena posisi kita sering mengawal orang penting, atau untuk berburu dll.

Untuk jalur penyelundupan ini paling susah, karena pasti harus dalam jumlah besar pembeliannya. Selain itu prosedurnya juga lebih rumit. Bisa juga antum
menelusuri info tentang orang yang jual senpi di internet, di forum-forum khusus kadang ada yang jual. Cuma antum harus ekstra hati-hati karena boleh jadi
itu jebakan atau penipuan. Jika si penjual bersedia ketemu atau kirim kurir untuk ketemu dengan kita, itu pertanda awal untuk bisa ditindaklanjuti. Tapi
alibi dan dana harus sudah siap sebelumnya, karena prinsip juala barang beginian adalah ada uang ada barang.

Soal harga, berdasarkan pengalaman kami harga tertinggi sepucuk senpi jenis FN harganya sampai 12 juta tanpa amunisi, kondisi barang 90- 95 %. Untuk revolver
harganya antara 5-9 juta. Ini sebagai acuan harga awal untuk dipersiapkan dananya dari awal. Bisa saja lebih mahal atau lebih murah. Nah, untuk amunisinya
ini lebih sulit didapatkan. Senjata jika terpaksa dan antum punya tim yang banyak bisa saja kita merampasnya dari aparat anshor thoghut, tapi untuk amunisinya
? Idealnya punya rekanan dari TNI/POLRI/PINDAD. Tentu saja butuh personel yang lihai dan dana yang besar untuk bisa punya rekanan seperti itu.

Celah terbesar di negeri ini yang bisa kita mainkan adalah # semua kebutuhan kita apa pun itu asal ada duit semua bisa diupayakan.

Termasuk juga untuk mendapatkan bahan-bahan untuk membuat mutafajirot, semakin banyak kita bisa membeli alibinya semakin mudah. Semakin berlimpah dana yang
kita miliki, maka alibi semakin banyak yang bisa kita mainkan. Misalnya, untuk mendapatkan asam nitrat dengan harga murah, kami pernah mengaku sebagai
suplier bahan kimia di sebuah kota kecil dan ada klien yang butuh asam nitrat. Si penjual minta bukti surat keterangan dari toko kita dan kontak person
dari penanggung jawab di toko kita itu. Dan itu bisa disiasati dengan mudah, karena tidak mungkin mereka akan survei toko kita dulu, yang penting tunjukkan
penampilan yang meyakinkan dan uang tunai.

Tapi yang perlu diingat, bahwa alibi itu hanya wajib kita siapkan tapi penggunaan alibi adalah hanya ketika diperlukan saja. Misalnya jika si penjual tidak
bertanya macam-macam dan mau menjual barangnya tanpa syarat yang macam-macam, maka laibi itu tidak perlu kita pakai. Mungkin hanya dari penampilan kita
saja mereka sudah yakin. Jadi penampilan itu sangat penting. Orang cenderung melihat kulit atau kemasan, bukan isi.

MEMBAWA LOGISTIK ANTAR KOTA DI DALAM NEGERI

Sekali lagi kami tekankan bahwa penampilan itu sangat penting. Termasuk dokumen perjalanan (KTP/SIM/paspor/Tiket) yang legal atau asli. Jika misalnya dalam
sebuah razia antum kedapatan membawa ktp palsu, maka itu justru akan memancing kecurigaan dan pemeriksaan lanjutan. Prinsip kami dalam identitas adalah
jika berurusan dengan pihak yang berwenang memeriksa identitas maka kami pakai identitas asli, tapi di hadapan ikhwan-ikhwan yang tidak pernah menayanyakan
ktp, kami memakai nama lain dan alamat palsu, karena ikhwan-ikhwan kebanyakan tidak berkepentingan dengan alamat asli kita. Sehingga ketika ada ikhwan
yang diinterogasi ditanya tentang kita yang dia tahu hanya nama lain dan alamat yang ga jelas, ini termasuk trik lapangan yang lumayan bisa menyulitkan
aparat antho dalam menelusuri info tentang kita.

Setelah penampilan, dalam urusan membawa logistik ini yang perlu diperhatikan adalah kemasannya. Sekali lagi jika dananya cukup alibi lebih mudah dibuat.
Kami tidak akan berbicara tentang detailnya, tapi akan kami jelaskan celah-celah yang bisa antum mainkan.

Pemeriksaan paling detail adalah dengan x-ray,kemudian metal detektor, kemudian anjing pelacak. Yang paling umum dan paling banyak dipakai adalah metal
detektor, karena alatnya murah dan bisa dibawa kemana-mana, sampai razia-razia pinggir jalan pun bisa memakai alat ini. X-ray hanya ada di bandara atau
pelabuhan, dan anjing pelacak paling jarang digunakan.

Kelemahan x ray adalah kendaraan (mobil, motor,dsb), kelemahan metal detektor adalah kendaraan dan alat elektronik ( tv, vcd, speaker,dll). Paling bagus
tentu saja adalah melewati jalan yang tidak ada alat-alat pendeteksi di atas. Kelemahan anjing pelacak adalah adanya bau yang lebih tajam dari bahan yang
mau diendus, misalnya bawa aja durian banyak-banyak.

Jadi, yang terpenting adalah paastikan informasi tentang jalur perjalanan yang akan antum lewati, pemeriksaan apa saja yang akan antum lewati. Sebagai persiapan
jika ada keadaan darurat misalnya tiba-tiba ada pemeriksaan diluar info yang kita dapat, sebaiknya barang yang antum bawa mudah untuk ditinggalkan dan
pastikan tidak ada sidik jari yang tertinggal. Buka bungkus terluar dengan hati-hati,dan tinggalkan di tempat yang tidak nampak mencolok. Atau berpikirlah
bagaimana cara untuk meloloskan diri yang aman. Ada sebuah ilustrasi ketika ada pemeriksaan penumpang kapal yang mau turun, maka seseorang yang membawa
‘barang berbahaya’ menceburkan dirinya ke laut seakan-akan kecelakaan,kemudian orang-orang pada ramai menolong dia, dan setelah selamat si pembawa barang
tadi ijin ke kamar mandi untuk ganti baju dan kemudian pamit. Secara psikologi orang tidak akan memeriksa barang dalam tasnya, tapi konsentrasi pada keselamatan
orang tsb karena dianggapnya itu sebuah kecelakaan. Hal seperti ini bisa antum amalkan pada beberapa kasus.

TRIK DALAM KOMUNIKASI

Untuk berkomunikasi kami biasanya menggunakan beberapa cara sebagaimana berikut ;

list of 4 items
1. email

tekniknya ; satu akun email untuk satu orang. Misalnya antum berkomunikasi dengan fulan a, fulan b, dan fulan c maka antum harus memiliki tiga akun email
yang berbeda untuk berkomunikasi dengan orang-orang tsb. Demikian pula dengan ketiga orang tsb juga harus memiliki email yang berbeda untuk tiap-tiap orang
orang berkomunikasi dengannya. Lebih bagus lagi jika menggunakan software Asrar Mujahideen.

2. Chatting ( teknisnya sama dengan pada email)

3. handphone ( hanya jika sangat terpaksa dan hanya percakapan singkat dengan kata sandi yang telah disepakati sebelumnya dalam pertemuan langsung dan
dilakukan ketika sedang mobile / bergerak dengan kecepatan minimal 40 km/jam )

4. chatting via irc di server khusus yang telah disepakati berikut kata sandi sapaan dalam percakapan.

list end

MELOLOSKAN DIRI DARI KOTA YANG TERKEPUNG

Aparat anshor thoghut itu adalah manusia-manusia yang bekerja hanya untuk dunia mereka, jadi kerja mereka pada dasrnya kalah detail dengan mujahidin. Mujahidin
itu dalam setiap detail langkah bernilai ibadah, jadi pasti lebih semangat dalam berhati-hati dan mencari kelemahan musuh. Mereka para antho itu pasti
punya titik kelemahan atau puncak keletihan. Nah,di situlah kalau kita sabar menanti dan mengamati ada waktu dan kondisi di mana mereka biasanya lengah
dalam mengawasi.

Waktu-waktu yang biasanya jarang ada razia di antaranya adalah pada tengah hari yang panas, menjelang shubuh, ba’da mghrib sampai satu jam setelah sholat
isya. Ada juga yang tidak mungkin ada razia, yaitu ketika sedang turun hujan. Ini soal waktu yang bisa dimanfaatkan untuk meloloskan diri.

Berikutnya soal kamuflase yang bisa dipakai untuk meloloskan diri. Jika posisi antum ada di sebuah kota yang terkepung, arti terkepung adalah diawasi dengan
ketat, maka antum bisa memakai trik ini yaitu ; jika mau keluar dari kota itu keluarlah pada dini hari mendekati shubuh pakai pakaian biasa dan bawalah
pakaian satu atau dua saja dan masukkan dalam kresek, lalu berjalan kakilah pakai sandal jepit. Pengalaman kami dini hari adalah waktu paling bagus untuk
meloloskan diri. Ketika sudah jumpa angkutan kota atau angkutan jarak dekat naik saja, dan naiknya putus-putus. Satu rute bila perlu turun dua sampai tiga
kali. Jika mau meneruskan perjalanan ke kota lain gunakan angkutan jarak dekat, bukan bis patas antar kota antar propinsi.

Kalau antum harus keluar kota sambil membawa silah atau sedikit mutafajirot, menjadi pengamen adalah kamuflase yang bagus. Silah bisa dimasukkan ke dalam
peralatan mengamen dan kemudian berjalan kakilah melintasi kota. Jika mau melanjutkan perjalanan antar kota bisa menggunakan angkutan jarak dekat yang
wajar jika pengamen naik di dalamnya. Tidak perlu harus bisa ngamen, hanya perlu penampilan saja.

Berikutnya yang bisa dipakai untuk kamuflase adalah jadi sales. Kamuflase yang satu ini bisa dibilang serbaguna, karena bisa untuk kover ketika sedang escape,
bisa untuk survei dalam rangka untuk mendapatkan info ttentang sebuah kota. Sales barang yang mudah dibawa, tidak cepat rusak, bukan produk khusus kalangan
ikhwan, dan bisa dijual ke semua kalangan. Contoh yang paling mudah minyak wangi atau madu. Kalau herbal itu sudah identik dengan dunia ikhwan.

Nah, itulah beberapa trik dan pengalaman kami. Antum bisa mengkreasikan sendiri soal kamuflase ini, karena kamuflase itu mengikuti situasi dan kondisi serta
kemampuan antum sendiri. Yang penting antum harus awas, teliti, waspada dan hati-hati. Selalu perhatikan lingkungan sekitar antum. Karena aparat antho
tidak pernah langsung menangkap, minimal butuh pengamatan dan pemastian target selama 24 jam, dan juga tim penangkap berbeda dengan tim pengamat. Pada
kasus CIMB Medan pengamatan dan pengintaian mereka selama hampir satu bulan. Dan yang aktif terus bergerak alhamdulillah bisa lolos. Jadi kalau sudah mathlub,
berdiam di suatu tempat lebih dari 24 jam itu sudah sangat beresiko.

Satu lagi, tentang bagaimana mendapatkan tempat menginap yang aman. Yang paling bagus adalah menjadi gelandangan, tidur di emperan toko, tapi penampilan
jangan terlalu mencolok. Atau di teras mushola SPBU, atau di warnet 24 jam. Jika kita sudah mathlub hindari penginapan yang meminta identitas, namun jika
belum maka tak mengapa menginap di penginapan-penginapan kecil.

Antum juga harus bisa memahami perbedaan menjaga keamanan diri ketika sebelum amaliyah dan sesudah amaliyah. Jangan sampai standar keamanan sebelum amaliyah
digunakan ketika selesai amaliyah. Ingat itu.

—oo0O0oo—

BEBERAPA MUSYKILAH YANG MASIH ADA

Di sini kami berbicara tentang musykilah umum dan merupakan pokok-pokok dari musykilah yang ada, yang masih saja ada dari awal sampai hari ini. Kami berharap,
agar antum bisa lebih baik dari kami, bisa mempersiapkan diri lebih matang lagi. Dari kesemua musykilah yang ada, semua tertumpu atau beraakar pada tiga
hal pokok yaitu ; KELUARGA, KEMAMPUAN SURVIVAL KOTA, dan IKATAN UKHUWAH YANG MASIH KURANG.

Kami tidak mendapati ujian atau rintangan yang lebih berat dari ujian berupa keluarga ini. Rintangan keluarga ini biasanya berupa orang tua yang tidak paham
manhaj perjuangan sehingga menghalang-halangi, atau anak istri yang terlalu bergantung pada keberadaan kita. Untuk yang kedua inilah yang paling banyak
berhasil “menaklukkan” mujahidin di negri ini.

Bentuk takluknya seorang mujahid pada ujian berupa anak dan istri disebabkan diantaranya adalah karena ;

list of 3 items
1. Kita belum mampu bertahan dalam kerinduan kepada anak/istri untuk waktu jangka waktu yang lama

2. kita belum mampu membuat istri kita untuk bisa mandiri dalam urusan finansial.

3. Anak istri kita masih tinggal bersama orangtua / mertua yang belum paham manhaj perjuangan kita.

list end

Dalam konteks jihad di negri ini di mana peperangan terjadi di tengah wilayah musuh, mulai sejak persiapannya sampai tempat bersembunyi, maka termasuk kewajiban
seorang mujahid untuk mempersiapkan anak istrinya untuk dapat ditinggalkan dan mampu mandiri baik secara mental maupun finansial. Semakin tidak bergantung
seorang istri kepada orang lain makan akan semakin aman dan insya ALLOH maqam kita dalam jihad di hadapan ALLOH akan semakin tinggi pula.

Selama ini, 90 % mujahidin di negri ini tertangkap ketika sedang berada di tengah-tengah keluarga. Boleh jadi karena kerinduan seorang mujahid atau juga
karena kondisi istri yang menjadi tidak terurus ketika ditinggal malakukan kegiatan amaliyah
jihad. Ada yang mampu mengatasi kerinduan tetapi tidak mampu menghadapi ujian terlantarnya anak istri. Maka, mempersiapkan diri agar tahan dalam kerinduan
dan mempersiapkan istri agar bisa mandiri adalah dua hal yang wajib dipersiapkan seorang mujahid sebelum melakukan amaliyah. Ini juga merupakan i’dad,
selain tentunya i’dad secara fisik. Bahkan seorang yang tidak mampu melakukan i’dad fisik pun masih wajib melakukan i’dad ini jika dia memang dilibatkan
dalam sebuah proyek jihad, misalnya seorang yang bertugas di bagian media. Ingatlah, semua mujahid di negri ini adalah target operasi aparat antho.

Inilah masalah yang masih kami hadapi sampai hari ini. Istri-istri kami belum bisa mandiri, masih jauh dari kata mampu. Ternyata pendidikan kewirausahaan
itu penting, belajar tentang ilmu bisinis itu juga penting. Bagi seorang mujahid kemampuan bisnis ini juga akan sangat membantu dalam mengkover diri dan
bertahan di wilayah musuh. Ingat, musuh tidak berada di hutan, tetapi di kota-kota dan kampung-kampung.

Hari ini, materi belajar bisnis telah menjadi materi wajib bagi kami untuk dipelajari dan dikuasai. Andai bukan karena pertolongan ALLOH Swt kemudian dimudahkannya
kami dalam belajar bisnis dan berbisnis, tentu kami akan sangat kesulitan untuk bertahan. Setiap ada calon anggota yang ingin bergabung, maka hal pertama
yang kami tanyakan adalah kondisi keluarga dan latar belakang keluarganya. Jika misalnya dia berasal dari keluarga yang mampu, paham jihad, istrinya tidak
cengeng, maka itu merupakan karunia dan kemudahan dari ALLOH buat kami. Dan adakalanya itu memang ada, tapi mayoritas berasal dari latar belakang kondisi
yang sebaliknya.

Alhamdulillah, kami memiliki seorang muhsinin yang mau dengan sukarela mengajari kami untuk memulai sebuah usaha dengan modal seadanya. Beliau ini subahanalloh,
misinya adalah membantu membekali mujahid dengan kemampuan wirausaha, karena beliau sangat paham tentang bagaimana kondisi mujahidin di negri ini, di mana
kelemahan terbesarnya salah satunya adalah kurangnya kemampuan bertahan di wilayah musuh karena minimnya skill wirausaha. Kami belajar banyak dari beliau.
Semoga ALLOH menjaga beliau dan memberkati usahanya. Sungguh sulit mencari orang seperti beliau ini di masa seperti ini. Bagi kami, pelajaran dari beliau
itu lebih baik dari dapat dana cash dari donatur, karena dengan keahlian yang diajarkan beliau kami dan keluarga kami bisa mandiri. Alhamdulillaah….

Setelah masalah keluarga dan kemampuan survival kota di atas, musykilah kami yang berikutnya dalah lemahnya ikatan ukhuwwah di antara kita. Kami tidak bisa
mendefinisikan bagaimana lemahnya ukhuwwah itu tapi kami bisa memberikan contoh kasusnya, dimana semestinya kami butuh ukhuwwah yang lebih kuat.

Yang kami maksud dengan kata ‘lemah’ dalam ukhuwwah adlah kurangnya unsur-unsur dalam ukhuwwah seperti rasa senasib sepenanggungan, tanggungjawab bersama
terhadap berlangsungnya jihad, serta kekompakan dan kebersamaan dalam setiap langkah dan tahapan dalam jihad. Unsur-unsur ini adalah yang paling dibutuhkan
dalam sebuah proyek amaliyah.

Kami mempunyai pengalaman tentang bagaimana pentingnya ikatan ukhuwwah yang kuat yang memenuhi unsur-unsur di atas. Ketika kami mengabaikannya, ternyata
qodarulloh…kemudian Alloh takdirkan ujian berupa tertangkapnya beberapa ikhwan kami yang merupakan salah satu thoifah kami. Setelah kami dapatkan kisah-kisah
sebelum terjadinya penangkapan itu, kami simpulkan sebab utamanya adalah karena kurangnya ukhuwwah di antara kami, utamanya ketika waktu itu kami diuji
dengan sedikit kelapangan. Meski kenyataannya pahit tapi itu adalah pelajaran yang hendak ALLOH berikan kepada kita. Terkadang pelajaran itu memang mahal
harganya, bahkan kadang sampai harus kehilangan nyawa para syuhada. Maka, sungguh aib dan dosa bagi kita jika kita tidak mampu mengambil pelajaran darinya.

Ternyata cobaan itu lebih berat dirasakan ketika mendapatkan ‘kelapangan’. Ketika masih sama-sama susah kita lebih mudah untuk kompak,saling membantu, dan
saling melindungi. Namun ketika mendapatkan sedikit kejayaan, tiba-tiba kita merasa itu adalah kerja kita sendiri, melupakan yang lain. Itu sering terjadi
pada kami dan mungkin pada yang lainnya juga. Mungkin memang sudah merupakan tabiat manusia, ketika mendapatkan kelapangan dia lupa bagaimana ketika susah
dulu, siapa kawan-kawan kita di masa itu. Namun Alloh telah membekali kita dengan petunjuk al Quran dan sunnah nabi-Nya, petunjuk bagaimana menjadi hamba
yang shalih baik ketika susah maupun senang. Sabar dan syukur, Mengambil pelajaran dan terus melangkah, serta Menyerahkan hasilnya kepada ALLOH SWT. Dst..dst…

Ukhuwwah yang kuat itu didahulukan sebelum amaliyah dan ini termasuk persiapan yang paling utama. Susunan keamiran harus disepakati sebelum amaliyah dimulai,
sebagaimana amir safar yang ditentukan sebelum mulai perjalanan. Jika amir diangkat ketika sudah mulai beramal dan ketika sesuatu hal telah terjadi dalam
perjalanan maka dapat dipastikan pasti akan ada gejolak yang timbul. Karena misalnya jika hal buruk sudah terjadi dalam perjalanan kemudian baru diangkat
seorang amir, maka masing-masing akan berusaha menghindar untuk dijadikan amir, demikian juga jika hal yang menguntungkan telah terjadi dalam perjalanan
maka jabatan amir itu akan diperebutkan. Karena itulah susunan keamiran dan pembagian tugas harus disepakati dari awal sebelum amaliyah dikerjakan. Ini
SANGAT PENTING. Dan kami telah mengalami sebuah pengalaman pahit karena “melupakan” hal ini, harus dibayar mahal dengan tertangkapnya beberapa ikhwan kami.

Selanjutnya kami nasehatkan kepada diri kami dan antum semua, bahwa rasa tawadhu di hadapan ALLOH dan di hadapan manusia itu penting. Memperlakukan saudara
harus adil, baik ketika susah ataupun senang. Susah senang dirasakan bersama. Itulah ukhuwwah di atas keimanan, di atas landasan dalam rangka membela dan
meninggikan kalimatulloh. Ingatlah, kita tidak mungkin berjuang sendirian…sekali lagi TIDAK MUNGKIN BERJUANG SENDIRIAN. Dan yakinlah kita tidak sendirian
dalam amal ini, carilah dan akan kita temukan kawan seperjuangan. Maka bersabarlah dan ingatlah selalu tujuan kita, ingatlah niat awal kita. Periksa kembali
niat kita jika mulai ada kecenderungan huubbud dunia dalam diri kita. Kemenangan itu semata-mata adalah karunia ALLOH dan kekalahan itu disebabkan oleh
diri kita sendiri. Camkan baik-baik kaidah ini !

Ingatlah pelajaran dari perang Uhud, betapa fitnah keduniaan telah membuat sebagian sahabat r.a kurang sabar dalam menaati perintah Rasul s.a.w. Tidak boleh
ada rasa bahwa thoifahnya adalah paling benar, yang harus dikedepankan adalah bagaimana agar semua thoifah yang ada saling bersinergi dalam amaliyah-amaliyahnya.
Jangan mencari keburukan-keburukan orang lain, tapi ambillah pelajaran dari kesalahan yang sudah nampak, dan kemudian bersama-sama memperbaiki kesalahan-kesalahan
yang ada.

PENUTUP

Inilah sekelumit pelajaran dan pengalaman selama pengembaraan kami dan selama kami berinteraksi dengan semua unsur ummat Islam yang ada di negri ini. Pelajaran
ini wajib kami sampaikan agar bisa menjadi pelajaran dan inspirasi bagi yang lain, karena tidak semua orang mendapat kesempaatan beramal sebagaimana kami.
Insya ALLOH ini termasuk dalam tahadduts binni’mah.

Jihad tidak akan pernah berhenti baik kita terlibat di dalamnya ataupun tidak. Maka beruntunglah orang yang diberi kesempatan untuk berjihad. Sungguh kemanisan
iman paling mudah dirasakan ketika seseorang sedang berjihad, karena jihad adalah dzarwatus sanaam. Dzikirullah yang paling ni’mat adalah ketika terkepung
musuh. Antum tidak akan pernah merasakan nikmatnya bisa bebas atau lolos dari kepungan musuh jika tidak pernah terlibat dalam jihad.

Boleh jadi esok kami akan mati atau tertangkap thoghut -na’udzubillah min hadza, dan mati lebih kami sukai dari tertangkap-, namun kami berharap akan banyak
lahir mujahid-mujahid yang baru, yang lebih kuat dan lebih cerdik dari kami. Ini juga boleh jadi akan menjadi salah satu warisan buat generasi yang akan
datang, dan semoga menjadi warisan yang bermanfaat.

Segala kekurangan dan kesalahan adalah pada diri kami dan kesempurnaan hanya milik ALLOH Rabbul ‘alamiin. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan
kami, kami memohon ampun kepadaNYA dan berdoa agar kami dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan kami itu dan semoga antum bisa lebih baik dari kami. Aamiin
yaa Robbal ‘aalamiin….!

Wal hamdu lillahi robbil ‘alamiin… jangan lupakan kami dalam doa antum yang ikhlas.

Bumi ALLOH, Akhir Ramadhan 1433 H

al faqiir ilaa Rabbihi

Abu Jaisy al Ghareeb

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>